
Ekowisata Desa Datah Dian pernah menjadi primadona tujuan ekowisata sebelum wabah COVID-19. Pasca pandemi, daya tarik wisata alam ini perlahan bangkit. Wilayah Desa Datah Dian di Kecamatan Putussibau merupakan salah satu desa yang menjadi desa penyangga ring 1 kawasan Taman Nasional Betung Kerihun. Oleh karena potensi kekayaan alamnya tersebut, Desa Datah Dian memiliki daya tarik wisata alam berupa arung jeram, susur hutan, memancing, camping, dan pengamatan satwa.
Desa Datah Dian memiliki sungai yang menawarkan arung jeram (grade 3). Wisata Arung Jeram Desa Datah telah memperoleh sertifikasi branding sebagai salah satu produk jasa wisata alam yang diakui oleh Cafar Biosfer UNESCO Indonesia.
Dalam upaya menggerakkan kembali daya tarik ekowisata Desa Datah Dian, perlu mengevaluasi dan mengoptimalisasikan peran Pokdarwis KPP Datah Diaan. Untuk tujuan tersebut, Pemerintah Desa Datah Diam memprakarsai pertemuan, yang dihadiri oleh Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ansela Sarating, SH, MH, Perencana Ahli Pertama Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rosalia Teodora Haran, S.Pd, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Padua Mendalam Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, Rahman R. Nababan, S.Hut, Temenggung Desa Datah Dian, Benediktus Himaang, perangkat Desa Datah Dian, tokoh masyarakat Desa Datah Dian dan para pengurus Pokdarwis KPP Datah Dian. Pertemuan berlangsung di Rumah Adat Dusun Umaa’ Suling Desa Datah Dian pada 22 April 2026.
Pokdarwis KPP Datah Diaan sebagai pengelola ekowisata Desa Datah Dian telah membuat paket-paket wisata namun tantangan yang dihadapi saat ini terutama dari aspek promosi/pemasaran paket wisata. Selain itu, aktivitas ekowisata berlokasi sekitar 40 menit dari pusat desa sehingga diperlukan sarana penunjang berupa perahu berbahan kayu yang memenuhi standar untuk ekowisata tirta (wisata air).
Untuk meningkatkan promosi potensi wisata Desa Datah Dian ini, maka dilakukan sinergitas antara Pokdarwis, Pemerintah Desa Datah Dian, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kapuas Hulu melalui Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum, antara lain melalui pendampingan dan pengembangan SDM Pokdarwis KPP Datah Dian serta penguatan promosi daya tarik wisata Desa Datah.
Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kapuas Hulu berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi kepariwisataan kabupaten, antara lain melalui optimalisasi promosi memanfaatkan media sosial maupun website serta jejaring media lainnya. Selain itu, optimalisasi ini akan dilakukan melalui penetapan desa wisata, dan tergabung dalam Jejaring Desa Wisata Seluruh Indonesia yang dikelola oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Secara geografis letak Desa Datah Dian sangat strategis antara lain dalam fungsi ketahanan dan keamanan wilayah negara karena merupakan desa paling ujung dan berbatasan dengan Malaysia. Desa Datah Dian masuk dalam daerah aliran sungai (DAS) Mendalam. Desa ini pernah menorah prestasi masuk dalam 10 besar Desa Terbaik Tingkat Nasional tahun 2013 dalam hal kelesterian lingkungan hidup.