Ekowisata di Desa Nanga Lauk, Kecamatan Embaloh Hilir sudah dikenal luas, terutama oleh wisatawan penyuka aktivitas memancing dan pengamatan satwa. Desa Nanga Lauk berada di dalam kawasan lindung sehingga alam masih alami, asri dan terjaga.
Selain memancing dan pengamatan satwa, terdapat pula daya tarik wisata alam yang menjadi unggulan Desa Nanga Lauk, yaitu wisata panen madu. Panen madu diperkirakan dilakukan di Desember ini. Sebelumnya, telah dilakukan panen madu (Apis Dorsata) di Juni 2025 di hutan lindung di sekitar Desa Nanga Lauk.

Desa Nanga Lauk terletak di bantaran sungai Apalin Kecamatan Embaloh Hilir. Pengelolaan potensi wisata saat ini didampingi oleh PRCF (People Resource and Conservation Foundation) Indonesia. Desa ini memiliki hutan desa yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Lauk Bersatu. LPHD Lauk Bersatu Desa Nanga Lauk Kecamatan Embaloh Hilir pernah mengukir prestasi mengharumkan nama Kabupaten Kapuas Hulu, dengan memenangkan Lomba Wana Lestari Tahun 2022 kategori Pemegang Persetujuan Pengelolaan Hutan Desa. Hutan desa menjadi bagian dari daya tarik wisata alam di Desa Nanga Lauk.

Untuk memaksimalkan pengelolaan daya tarik wisata, Sariatun, S.Hut selaku Ketua LPHD Lauk Bersatu, dan Rio dari PRCF Indonesia sebagai pendamping pengelolaan wisata Nanga Lauk, melakukan koordinasi ke Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Kapuas Hulu pada 30 Oktober 2025 di Ruang TIC Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kapuas Hulu. Koordinasi ini bertujuan untuk penataan Kembali kelembagaan pengelola wisata di Desa Nanga Lauk. Desa Nanga Lauk pernah memiliki kelompok pengelola pariwisata, namun tidak aktif lagi. Oleh karenanya perlu penataan kembali pengelolaan dengan membentuk lembaga pengelola baru sesuai dengan Peraturan Bupati Kapuas Hulu Nomor 33 Tahun 2022 tentang Kelompok Sadar Wisata.
Desa Nanga Lauk menawarkan pengalaman wisata alam, budaya, dan edukasi yang berfokus pada pelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat lokal. Di desa ini telah tersedia homestay yang berada di rumah-rumah warga. Dengan adanya Pokdarwis di Desa Nanga Lauk, diharapkan pariwisata lokal dapat semakin berkembang, kesejahteraan masyarakat semakin meningkat, dan kunjungan wisatawan semakin banyak.
Sementara itu, Kepala Desa Nanga Lauk, Agus Yanto, menyambut baik inisiasi masyarakat untuk membentuk kembali kelompok pengelola wisata mengingat cukup seringnya wisatawan datang ke Desa Nanga Lauk. Dengan semakin berkembangnya wisata di Desa Nanga Lauk, Kepala Desa Nanga Lauk berharap semakin mudahnya akses jalan, jaringan listrik dan jaringan telekomunikasi.
Saat ini terdapat ruas jalan Nanga Lauk-Nanga Nyabau sepanjang 13 kilometer namun masih berupa jalan tanah sehingga hanya bisa dilalui saat musim kemarau dan hanya kendaraan roda dua. Jaringan listrik masih mengandalkan listrik desa. Namun segala keterbatasan tersebut tidak menjadi penghalang Desa Nanga Lauk dan semakin mengembangkan pariwisata desa.